“Aku Yang Sekarang” adalah sebuah puisi pendek hasil refleksi mendalam dari Dino Joy. Puisi ini merupakan catatan perjalanan batin, sebuah potret tentang bagaimana seseorang memaknai perubahan diri, sepi, dan realitas kehidupan yang terus berubah.
Melalui bait-bait yang sederhana, puisi ini mengajak kita untuk sejenak berhenti dan merenungkan keberadaan kita di tengah arus dunia yang seringkali terasa memekakkan telinga.
Aku yang Sekarang
Karya: Dino Joy
Aku yang sekarang.. Bagaikan sepi yang membisu.. Dalam kesunyian malam-malam kelabu, terdiam dalam rasa sendu, dan beku dalam kerinduan yang pilu..
Aku yang sekarang.. Bagaikan coretan kata-kata di dinding.. Dalam ruangan kamar hampa, tertepi dari ramainya dunia, terbaring dalam mimpi yang belum nyata..
Aku yang sekarang.. Bagaikan nyala lilin kecil.. Dalam terangnya hari cahaya surya, nampak seolah tak menyala, tertiup angin bisikan-bisikan yang menyapa..
Aku yang sekarang.. Bagaikan kura-kura yang kehausan.. Yang berambisi mengejar dunia, dalam ayunan langkah sempit, terdorong kuatnya tatapan imaji jiwa..
Aku yang sekarang.. Bagaikan burung yang ingin terbang.. Yang tersisih dari gemerlapnya kehidupan, mencoba bertahan dari badai zaman yang menyimpang, melepaskan diri dari cengkraman kebebasan..
Aku yang sekarang.. Bagaikan kumbang yang terbuang.. Yang tak bernyali untuk memegang, wanginya bunga yang merekah, tertinggal langkah gerombolan kumbang-kumbang jalang..
Tentang Puisi Ini
Puisi ini termasuk dalam kategori puisi tentang kehidupan yang mengangkat tema kegelisahan seorang pemuda yang sedang beranjak dewasa. Di tengah arus zaman yang semakin kompleks, puisi ini menyuarakan pergulatan batin untuk tetap teguh pada prinsip diri di tengah gempuran tren pergaulan yang kian bebas. Ini adalah suara bagi mereka yang memilih untuk “berbeda” dan tetap menjaga kemurnian jiwa di tengah dunia yang tak selalu ramah.


