puisi tentang sungai

Puisi Tentang Sungai yang Berbisik Karya Dino Joy

Diposting pada

Betapa indahnya suasana di sungai yang berbatuan. Gemuruh lembut dan gemericik aliran air yang deras bagaikan melodi alam yang menenangkan jiwa. Di pinggiran sungai yang dipenuhi pepohonan rindang, kita sering menemukan ketenangan yang sulit didapatkan di tengah hiruk-pikuk kota.

Apalagi jika kita berada di sungai dangkal yang dipenuhi kerikil, di mana airnya begitu jernih hingga ikan-ikan dan kehidupan air lainnya terlihat jelas. Melalui puisi tema alam yang berjudul “Sungai Yang Berbisik”, Dino Joy mengajak kita untuk berhenti sejenak, mencelupkan kaki, dan mendengarkan “bisikan” alam yang menyejukkan.

Sungai yang Berbisik

Karya: Dino Joy

Kulihat aliran air yang mengalir Di kejauhan bagaikan kilauan tiada akhir..

Menarik hati mencelupkan kaki ke air Akupun mendekat menduduki bebatuan di hilir..

Gemercik airpun terdengar seperti mengusik Menyusupi celah-celah bebatuan yang berakik..

Begitu jernih begitu menarik Sungguh pemandangan sungai yang teramat unik..

Keindahan ini membuatku terbuai Mendorong ke dunia khayalan yang sekejap sampai..

Membisiki hati untuk berandai-andai Di derasnya air sungai yang berderai..

Mengapa Alam Sungai Begitu Memikat?

Sungai bukan sekadar aliran air. Secara psikologis, suara gemericik air yang kita temui di sungai memberikan efek relaksasi yang nyata. Dalam puisi di atas, sang penulis menggambarkan bagaimana interaksi sederhana seperti menduduki bebatuan dan melihat kejernihan air yang mampu membawa kita ke “dunia khayalan” yang damai.

Kejernihan air yang digambarkan juga menjadi pengingat penting bagi kita semua:

  • Menjaga Ekosistem: Sungai yang jernih adalah habitat bagi banyak makhluk air. Mari jaga kebersihan sungai dari sampah plastik.
  • Healing Alami: Saat Anda merasa lelah, alam sungai adalah destinasi terbaik untuk menjernihkan pikiran (detoks mental).

Baca juga keindahan alam lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *