puisi bbm naik

Puisi Kritik Sosial: BBM Naik Lagi, Rakyat Menjerit Lagi – Karya Dino Joy

Diposting pada

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu menjadi isu yang menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Bukan hanya soal harga di SPBU, namun dampaknya yang merambat ke harga kebutuhan pokok, ongkos transportasi, hingga kecemasan akan daya beli yang semakin melemah.

“BBM Naik Lagi, Rakyat Menjerit Lagi” adalah sebuah puisi karya Dino Joy yang lahir dari keresahan nyata di lapangan. Puisi ini mencoba menangkap jeritan hati masyarakat kecil yang merasa terbebani oleh kebijakan yang terkadang terasa jauh dari realita kehidupan mereka sehari-hari.

Mengapa Puisi Ini Relevan untuk Dibaca?

Puisi ini bukan sekadar luapan kekecewaan, melainkan cerminan dari kondisi sosial. Bagi Anda yang sedang mencari referensi puisi untuk tugas sekolah atau sekadar ingin menyuarakan kritik secara sastra, karya ini sangat tepat karena menggunakan bahasa yang lugas dan dekat dengan keseharian.

Berikut adalah teks puisi selengkapnya:

BBM Naik Lagi, Rakyat Menjerit Lagi

Karya: Dino Joy

BBM telah naik lagi, jika sudah naik biasanya tak akan mau dia turun lagi.. Bagaikan kembang api, jika sudah pecah tak akan pernah kembali lagi Tapi apa mau di kata, semua itu sekarang sudah terjadi Lihatlah berita, semua ada di koran, radio, internet, dan televisi

Hidup sedang susah akan kah akan bertambah susah.. Rakyat kecil sedang gelisah akan kah akan terus bertambah resah Tak punya daya untuk menolaknya dan kini hanya bisa pasrah Menjalani hidup dalam resah yang memang tak mewah..

Laju motor pun kini seolah melambat, terngiang bensin yang mahal.. Ibu-ibu rumah tangga pun di pasar banyak menggerutu ke penjual Bertanya-tanya terus, BBM baru naik kenapa sembako langsung mahal Sungguh memang tak wajar, dan ini sangatlah janggal..

BBM mahal kenapa bisa demikian, kemanakah subsidi BBM di alokasikan.. Konon katanya, subsidi di cabut demi kesejahteraan Program rakyat kecil, yang lebih tepat mendapatkan Kartu indonesia sehat dan kartu indonesia pintar yang sudah mulai di keluarkan

BBM naik lagi, rakyat kecil pun menjerit lagi.. BBM naik lagi rakyat kecil pun jadi galau lagi Kenapa Pak Jokowi membuat kebijakan seperti ini Di saat harga minyak dunia yang memang sedang turun kini..

Memahami Pesan di Balik Bait

Puisi ini secara jujur memotret dinamika kehidupan masyarakat saat dihadapkan pada kebijakan ekonomi yang berat. Beberapa poin utama yang ingin disampaikan adalah:

  1. Dampak Berantai: Kenaikan BBM bukan cuma soal bensin, tapi langsung memicu kenaikan harga sembako.
  2. Harapan Rakyat: Rakyat selalu bertanya-tanya ke mana arah subsidi dialihkan, mengharapkan bantuan yang benar-benar tepat sasaran.
  3. Kekecewaan: Adanya rasa “galau” dan “resah” saat kebijakan diambil di waktu yang dirasa kurang tepat.

Tips Membaca Puisi Kritik Sosial

Jika Anda akan membacakan puisi ini di depan kelas, fokuskan penekanan (intonasi) pada bait terakhir. Sampaikan dengan nada yang bertanya, bukan sekadar marah. Ini akan membuat pendengar (termasuk guru Anda) lebih merenungkan isi pesan daripada sekadar mendengarkan kemarahan.

Baca puisi kritik sosial lainnya:

Puisi Tentang Korupsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *