Puisi tentang gunung selalu menjadi topik yang menarik dan banyak dicari, mulai dari kalangan umum hingga pelajar SD, SMP, dan SMA. Karya sastra bertema alam ini sering kali menjadi tugas utama dalam praktik membaca puisi di depan kelas maupun melalui sesi sekolah daring.
Jika Anda sedang mencari referensi puisi pendek tentang gunung atau inspirasi untuk membuat karya sejenis, memahami karakteristik gunung berapi adalah langkah awal yang baik. Gunung merupakan ciptaan Tuhan yang sangat menakjubkan; ia mampu memperindah cakrawala, namun dalam kondisi tertentu seperti saat meletus Dia menunjukkan kekuatan yang sanggup membinasakan apa pun di sekitarnya.
Sebagai bagian dari koleksi di kumpulan puisi tentang alam di PuisiNesia, berikut adalah sebuah karya yang menggambarkan kekuatan besar di balik fenomena geologi tersebut.
Amukan Gunung Berapi
Karya: Dino Joy
Berdiri diatas bumi yang bergetar..
Dalam lantunan nada-nada alam yang menggelegar..
Mata selalu terbuka dan sulit terpejam..
Dalam rasa kecemasan menunggu kabar..
Percikan-percikan api terus berhamburan..
Diiringi gemuruh dan dentuman asap-asap tebal..
Yang menggulung menuruni gunung..
Membawakan hawa panas yang membinasakan..
Nampak berkilauan disaat malam..
Lava-lava yang tertumpahkan..
Membludak menuruni tebing-tebing terjal..
Melibas habis semua isi daratan..
Panasnya udara memuaikan suasana..
Mengucurkan air mata dalam tenda-tenda derita..
Merintih dalam selimut kesedihan..
Terlelap dalam kepasrahan..
Dan amukan gunung berapi ini..
Sebagai bukti akan adanya Alloh Yang Maha Kuasa..
Yang berkuasa menjadikan dan mengatur segalanya..
Yang bahkan binatang kecil melatapun tak terkecuali diaturNya..
Do’a, hanya berdo’a yang bisa kita lakukan..
Dan segera bertaubat selama masih ada kesempatan
Ulurkan tangan untuk memberikan bantuan..
Setidaknya bisa mengurangi penderitaan korban di pengungsian..
Memahami Makna di Balik Puisi Bencana Gunung Meletus
Karya di atas terdiri dari 6 bait dengan pola 4 baris pada setiap baitnya. Selain menonjolkan aspek estetika, puisi ini juga berfungsi sebagai pengingat akan empati sosial. Melalui diksi “tenda-tenda derita” dan “pengungsian”, penulis mengajak kita untuk peduli terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana.
Selain gunung meletus, fenomena gempa bumi juga sering menjadi latar belakang penulisan puisi alam. Meskipun dampak kerusakannya berbeda-beda tergantung skala kekuatannya, pesan moral yang disampaikan biasanya tetap sama: ketabahan dan solidaritas antar sesama manusia.
Demikian draf puisi tentang gunung meletus yang dapat kami bagikan kali ini. Terus pantau PuisiNesia karena kami akan terus memperbarui koleksi puisi bertema alam, lingkungan, dan kemanusiaan lainnya secara berkala.
Baca juga puisi tentang alam lainnya:


