Jakarta, sebagai salah satu kota dengan penduduk terpadat di Indonesia, kini tengah menghadapi tantangan lingkungan yang sangat serius. Bagi siapa pun yang berkunjung, pemandangan polusi udara yang pekat, masalah sampah yang menumpuk, hingga air sungai yang berubah warna menjadi hitam sering kali menjadi kesan pertama yang tak terhindarkan.
Bahkan, pada tahun 2024, Jakarta sempat tercatat sebagai salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Masalah ini diperparah dengan hilangnya ruang terbuka hijau, kebisingan kemacetan, hingga ancaman banjir tahunan yang siap melanda setiap musim hujan akibat saluran air yang tersumbat limbah.
Kondisi memprihatinkan ini dituangkan secara mendalam melalui bait-bait sastra puisi alam pendek berikut:
Judul: Kerusakan Kota Jakarta
Karya: Dino Joy
Tiada lagi kini pohon-pohon yang dulu ada
Yang meneduhkan kesejukan kota..
Karena tlah tergantikan dengan tingginya gedung-gedung disana
Yang menjulang tinggi mencakar langit ke angkasa..
Sungai-sungai yang dulu jernih
Kini tlah berganti warna hitam pekat dan berbuih..
Ikan-ikan pun menggelepar lemah merintih
Berenang dalam rasa sempoyongan tertatih..
Nyanyian dedaunan kinipun telah tergantikan
Dengan suara bisingnya hiruk pikuk kendaraan..
Udara yang dulu segar penuh kesejukan
Kian ternodai hitamnya asap kendaraan..
Disaat hujanpun kerap menjerit
Suara air yang mengalir di jalur sempit..
Berjubel sampah yang kian menghimpit
Mengalir sambil bergumam tempatku semakin sempit..
Dampak Lingkungan dalam Perspektif Sastra
Puisi di atas bukan sekadar untaian kata, melainkan sebuah alarm bagi kita semua mengenai kondisi ekosistem perkotaan. Ada beberapa poin krusial yang disoroti dalam karya ini:
- Degradasi Lahan Hijau: Transformasi pohon menjadi beton mengurangi daya serap air dan meningkatkan suhu kota (Urban Heat Island).
- Krisis Air Bersih: Sungai yang menghitam akibat limbah dan sampah membuat ekosistem air tawar tidak lagi mampu menopang kehidupan.
- Polusi Udara dan Suara: Asap kendaraan dan kebisingan merusak kualitas hidup serta kesehatan mental para penghuni kota.
Baca juga puisi tentang alam lainnya:


